Selasa, 22 Mei 2012

Mengatakan Aku, Mengakukan Kata





HANYA kata. Tapi, itulah awal jadi dari segalanya
Hari kubuka dengan kata. Hati sembunyi dalam kata

*

Aku ingin bebas dari kata, tapi aku menjadi kata
Aku ingin bebas dari aku, dibebaskan oleh kata.

                                                   
                           (sebuah puisi Hasan Aspahani)

Senin, 21 Mei 2012

Sisa-sisa Yang Sia-sia

*
KETIKA kau pamit
semua yang pernah manis,
mendadak jadi pahit
mendadak jadi tangis.

*
Semua janjimu itu
kuanggap telah menjadi sisa-sisa,
dan akan menjadi sia-sia
ketika aku mengingatmu.


2012

Minggu, 20 Mei 2012

Surat Cinta II

(kepada Ria)

*
KETIKA aku jatuh cinta padamu, kau tahu :: hatiku tidak bisa mengatakan tidak, lidahku memang mengatakan tidak, tapi demikianlah agar kau tak mengetahuinya, tersebab aku hanya ingin mencintaimu dengan diam-diam.

*
DI setiap kesempatan aku selalu berusaha agar tetap melihatmu :: senyummu, lesung pipimu, dan juga matamu yang tak luput dari pandangan mataku.

*
AKU pernah membayangankan, suatu saat kita hidup satu rumah, kau menjadi ibu dari anak-anak kita & aku menjadi ayah.

*
AKU tidak punya apa-apa, kecuali kau. Kau lebih dari apa-apa juga segalanya.
Aku tidak hanya ingin jatuh cinta padamu, tapi membangun sebuah cinta dalam rumah tangga, karena itu adalah lebih susah ketimbang jatuh cinta padamu.

2012.

Selasa, 08 Mei 2012

Penambangan Mutiara di Adonara, Wilayah desa Oyang Barang..!!

Rabu, 18 April 2012

Statusku di Facebook.

1.

KASIH, ketika berlabuh di hatimu, aku berpikir bahwa tak akan ada lagi pelabuhan lain yang seteduh pelabuhan hatimu.


2.
DI setiap kesempatan aku selalu mencintaimu, meski di satu kesempatan, dulu, kau pernah menjadi duri dalam tubuhku.

3.

IBU, tak ada yang lebih teduh dari kasihmu.
Tak ada yang lebih gelisah dari airmatamu.

4.

DI sudut sebuah kesepian, aku ingin sekali memanggilmu. Tapi, lidahku terasa begitu kaku menyebut namamu.

5.

TIDAK ada satu pun alasan yang membenarkan kita membenci seseorang karena ia telah menyakiti kita atau pun melupakan kita.


6.

TUHAN hanya mengajarkan kita mencintai sesama kita, bukan menghakimi mereka.

7.

YANG terpenting bagiku adalah mencintaimu, bukan membencimu atau pun melupakanmu.

8.

MERELAKANMU pergi adalah bukan karena sebuah keterpaksaan, tapi karena aku terlalu mencintaimu.

9.

MENCINTAIMU adalah kebahagianku. Dengan mencintaimu aku tidak pernah merasa kekurangan. Meski tidak memilikimu, aku selalu merasa hidupku penuh kelimpahan.

10.

AKU yakin, kau tidak memilihku untuk kau miliki tapi aku tetap memilihmu untuk aku cintai. Tersebab itulah, aku merasa bahwa aku tidak sendirian di bumi ini.

11.

AKU tidak pernah memaksakanmu untuk mencintaiku. Tapi, jangan kau memaksaku untuk berhenti mencintaimu.


12.


ADALAH sia-sia menunggu bulan untuk menjadi milikku. Menyeruh namanya, diam yang kuterima.

13.

 AKU rela untuk melepaskanmu. Karena aku tahu, dengan melepaskanmu aku akan selalu berusaha untuk menemukanmu karena cinta.

14.

AKU adalah tanah yang selalu siap menerimahmu sebagai benih yang hendak tumbuh. dan aku akan menunggumu ;; seperti aku menunggu hujan agar aku tak menjadi gersang.

15.

JATUH cinta itu hal mudah. Tapi, untuk membangun sebuah CINTA bukanlah hal yang mudah.

Senin, 19 Maret 2012

Dan beginilah Kau Tercipta




                                                -teruntuk yang bernama Ina.

Jadi,
          maka jadilah danging
          maka jadilah tulang
          maka jadilah darah
          maka jadilah nafas.
Kau,
          daging dari dagingku
          tulang dari tulangku
          darah dari darahku
          nafas dari nafasku.

Dan beginilah kau tercipta ;
Aku, maka jadilah kau.
          dan aku mencintaimu
          melebihi aku.


Tanah Kusir, 2012.


Kamis, 22 Desember 2011

MELIHAT NEGERIKU

Aku melihat orang-orang di negeriku
Saling bertengkar dan berperang
Dan airmatalah yang mejadi saksi yang diam
Nyawa dan raga tak ada harga kita melihatnya.

Aku melihat negeriku, bagai melihat api
Yang sedang membakar jerami di luas lahan
Satu juta hektar terbentang.
Aku melihat darah, aku melihat daging
Di panggang atas nafsu
Mengerang, menjerit dalam nyala api yang tinggi.

Ribuan berita di surat kabar pagi ini
Mengabarkan kepada pohon, rimba dan laut
Bahwa tadi malam ada yang dipenggal kepalanya
Dengan sembilu yang keji, dengan amarah yang besar
Sambil ada yang berteriak
Kitalah penguasa tanah ini.

Aku melihat negeriku
Banyak sekali orang-orang bermata hitam
Dan berhati yang sangat gelap
Cinta seakan benar-benar jadi hilang
Kasih seolah-olah tidak pernah
Ada di luas negeriku.

Senin, 19 Desember 2011

MALAM



Kau tahu seberapa rindu aku padamu?
Bukan hanya rindu pada bintang di langitmu
Tapi juga kesepian di dalam rahimmu.
Aku ingin belajar dari semua  kesepian yang kau kandung
Dan dari semua diam yang kau simpan

Sebuah bintang di langitmu-kini menjelma menjadi aku
Siapakah yang akan melihatku dari kajauhan?
Aku menolak setiap suara yang datang ketelinga
Karena aku ingin mencintai semua kehingan yang ada padamu
Angin datang membelaiku
Purnama dalam matamu tenang menerangiku
Meski kadang aku menggigil di bawa langitmu
Menadah butiran embun yang jatuh ke tubuhku
Namun tidaklah sesakit airmataku
yang jatuh ke sebuah lukaku di dalam hatiku.

PERTANYAAN



pada luka dan dukaku
adakah kau tahu
aku begitu rindu padamu?

MARI



       - riska 


kau dekat aku dekap aku
sujudkan bibirmu di bibirku
rapatkan dadamu ke dadaku
erat peluk aku erat
lekat tatap aku lekat
cuma kita berdua
kita rasakan debar
kita rasakan getar
dalam dada
yang akan tercipta.
ah, kecup aku pelanpelan
kita larut kita hanyut
dalam hangat
dan akan mati kesunyian ini

TUAK



sekali ini aku ingin jadi tuak
dalam sebaris puisi yang kau teguk.

TEKA DAN TEKI DALAM TUBUHMU



tidak
tidak aku tahu
apa apa yang ada
dalam tubuhmu

suci atau duri, tidak
 -tidak aku tahu.

Minggu, 18 Desember 2011

DI SINI KITA


Di sini kita mengenal malam
Dan yang namanya kesunyian
Tapi kita tak sendirian
Di sini kita mengenal siang
Dengan segala keasingannya
Dan kita belajar untuk menjadi sering.

Mendengar
Lalu berbicara
Dengan bahasa kita
Masing-masing.

Dan kita akan mengenal
Sang Ilahi
Yang menjadikan kita ada
Sekarang di sini
Mari mengantar doa.

Selasa, 22 November 2011

PUISI UNTUK IBU




Ibu,
aku sayang sekali padamu.
hidupku sekarang di negeri jauh
terbayang selalu wajahmu yang cantik
dan jemarimu yang lentik
yang selalu membelaiku tiap malam
sebelum aku tertidur.

Ibu,
aku sayang sekali padamu.
Ingin sekali aku pulang sekarang
dan ke dalam pangkuanmu
aku berlabuh tenang. Ibu ,
aku senang berada dalam doamu.
Aku sayang sekali pada ibu.


2011

KEPADA KEKASIH




−riska nur arftiani 

Jika ada yang bisa mengantikan kau,
Aku ‘tak akan menangis begini. Tentu,
antara luka dan duka
hatiku masih terbuka
untuk menerimamu kembali seperti dulu.

Aku masih berharap
untuk kau kembali. Agar semua kesepian yang
telah datang ‘tak selalu kubayar dengan airmata.
Malam yang diam, bukankah kita sama merasakan itu?

Tak ada udara yang bergerak,
dan datang ke dada kita adalah sunyi.

Tanah Kusir, 2011

TIDAK, AKU TETAP HANYA INGIN

TIDAK, aku hanya ingin kau yang bermata indah seperti bunga-bunga itu,
percayalah bahwa tidak akan luka yang akan kubuat di hatimu,
bukanlah sebuah kepalsuan yang hendak aku sampaikan kepadamu,
tidak pernah aku berpikir sedikitpun untuk membuatmu duka.

Bukan sekedar ingin merayumu saja, kau yang bermata ayu,
sungguh pelangi pun tak seindah warna yang kau simpan,
keindahan itu memang benar-benar ada pada dirimu,
karena kau memang rusuk dari rusuk, daging dari dagingku.

Percayalah padaku bahwa semua perkataan itu adalah benar adanya,
hanya saja, jujur atau tidak keberadaannya saat diucapakan,
dan sekali lagi kuyakinkan kepadamu, kau yang satu dari beribu,
sesungguhnya apa yang terucap olehku adalah sebuah kejujuran.

Ini kejujuran yang tidak bisa dipalsukan, kau yang satu - yang aku.


Jakarta, 2011

Rabu, 16 November 2011

SEBUAH SURAT

                                             :kepada manusia.


jika doa yang menghubungkan
kita dengan tuhan, akan hilang
oleh nafsu dunia dan membuat kita
berlari menuju keasingan
disana ada malam dan juga siang
tapi tak ada udara dan  tak ada air
−mampukah kita bertahan hidup
dengan segala kekeringan?

hai, jawablah aku!
mampukah kita menyusuri
gelap tanpa ‘caya−tanpa tuhan?




Oktober, 2010

Senin, 03 Oktober 2011

KERINDUAN


Aku berjalan dari malam ke malam
Dengan berteman sepi yang sama ;
Sepi tanpa rahmayani.
Bertahun aku bertahan
Dikepung rindu yang tak binasa,
Ingin berbagi tapi kepada siapa?

“Akankah rinduku terobati
Lewat satu kecupan yang terlipat
Bersama sepucuk surat darimu?”
Kuingin malam nanti
Kau datang sebagai bintang
Di tubuhkuakulah langitmu.

Tanah Kusir, 2011




SEBUAH CATATAN KECIL


/1/
Mencatat kembali setiap luka,
‘tak sedikit pun aku lupa.
/2/
Kita pernah bersama,
Dengan waktu yang ‘tak cukup lama.
/3/
Berjanji untuk tetap satu,
Tapi ‘tak lama menyatu.
 /4/
Meski aku begitu terluka,
namun aku ‘tak sedang berduka.


Ciputat, 2011

KITA MESTI BERCERAI


Kita mesti bercerai
Aku kembali. dan kau sini.
Sudahjangan tangisi aku,
Biarkan aku pergi
Dan tak akan kembali
Hingga nanti menemu kelam
Menjelma debu.
Kita mesti bercerai
Kau dan aku tak sepadan)* 
Biarkan aku begini
Tinggal badan.

Ciputat, 2011
*Chairil AnwarTak Sepadan